ZONA NYAMAN KELUAR ATAU TIDAK...


APA ITU ZONA NYAMAN?


Bisa dikatakan, Zona nyaman itu suatu keadaan di mana kita sudah merasa cukup, sudah merasa tidak ingin untuk meningkatkan kualitas diri kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Walaupun sepertinya baik - baik saja , zona nyaman ini hanya bersifat sementara, para penikmat zona nyaman akan kelimpungan ketika keadaan yang memaksa dia untuk berubah. Zona ini seringkali terasa untuk pekerja di bidang swasta, terkadang ketika perusahaan kalah tender atau dalam kondisi bisnis yang tidak terlalu baik. Kecenderungan muncul kegelisahan atas Zona nyaman dan kegelisahan itu yang seringkali menimbulkan kesimpulan, Keluar atau Tetap dengan apapun resiko yang akan dihadapi.

PENYINTAS ZONA NYAMAN

Sebelum ke penyintas, kembali ke teori yang berkaitan dengan zona nyaman. Mungkin kita sedikit sepakat dengan teori dari Maslow yakni Teori hierarki kebutuhan Maslow sebagai sebuah teori yang beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi. Singkatnya kebutuhan manusia terpapar pada piramida berikut :

 Zona nyaman pada piramida tersebut, ada pada level kedua dari bawah yakni personal security. suatu kondisi dimana kita bisa begitu rileks menjalani hidup dan sama sekali tidak ada tantangan yang berarti yang memaksa kita untuk mencapai bahkan melebihi batas kemampuan kita. para penyintas zona nyaman atau yang saat ini mencoba, berarti saat ini sedang untuk meningkatkan kualitas pribadi dirinya untuk menghadapi keadaan ketidakpastian yang menyebabkan dia bisa keluar dari zona nyaman.

Sebut saja Bunga (22 tahun), Mahasiswi ini mendapatkan kesempatan mengambil S2 di luar negeri, saat di kota asalnya di Semarang, Orang tuanya memberikan berbagai fasilitas dari kendaraan hingga uang bulanan sehingga apapun kebutuhannya dapat dia rasakan. Hingga dia mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, di tempat yang baru, banyak batasan yang dia temui seperti uang makan dan tidak ada fasilitas kendaraan pribadi dan semua harus ditempuh dengan kendaraan umum. Sebenarnya, bisa saja dia melanjutkan kuliah S2 di Semarang dengan fasilitas yang sama yang dia dapatkan sebelumnya. Namun pilihannya S2 ke luar negeri untuk menciptakan kemandirian secara pribadi pada dirinya. Maka untuk sementara, Bunga bisa kita masukkan kategori penyintas Zona Nyaman.

KELUAR , TIDAK KELUAR ATAU MENJALANI KEDUANYA

Keluar dari zona nyaman memiliki resiko yang luar biasa, kita mungkin bisa kehilangan pendapatan, bahkan mungkin bisa kehilangan keluarga atau juga bahkan justru keluar zona nyaman tidak memberikan efek apa-apa kepada kehidupan kita sebenarnya.

Contoh luar biasa, untuk orang yang keluar dari Zona Nyaman adalah Kisah tentang Tubagus Muhammad Ismail (49 Tahun), 10 tahun yang lalu, pria berdarah Banten-Sunda-Padang ini ceritanya mulai dikenal semenjak dimuat di Jawa Pos.


Bila membaca cerita tersebut, kita akan dibawa pada sosok idealis yang keluar dari Zona Nyaman sebagai legal staff pada salah satu perusahaan rokok di Jawa Timur dari pendapatan yang diterima sebesar 10 juta/bulan (Zona Nyaman) dia beralih ke pendapatan yang justru jauh dari yang diharapkan, yakni dari berjualan tebu keliling yang memberikan dia pendapatan 1,5 juta/bulan. Bila ditelisik lebih lanjut, resiko yang dihadapi yang bersangkutan saat keluar zona nyaman selain kehilangan sebagaian besar pendapatan juga adalah kehilangan istri, dimana kemudian dijelaskan berpisah dengan istri untuk menjalani kehidupan yang idealis tersebut. Worth it atau tidaknya, hanya bapak Tubagus Ismail yang bisa menjelaskan ke kita.

Tidak keluar, juga tidak berarti selamanya nyaman, mari kita bahas dari sisi tidak keluar zona nyaman ini dari karyawan yang di PHK akibat perusahaan bangkrut. kita sering dengar PT Kertas Nusantara yang tidak diberikan penghasilan sejak 2005 namun karyawan tersebut tetap bekerja, ataupun cerita tentang buruh yang di PHK PT Arnold's ataupun PHK karyawan rumah sakit. Mereka semua loyal dalm bekerja namun perusahaan juga memiliki kemampuan terbatas. Sehingga terkadang zona nyaman bahakan tidak memberikan hasil apa-apa karena karyawan zona nyaman menggantungkan kenyamanannya pada keberlangsungan perusahaan.

Artikel pada blog ini adalah awal untuk pembahasan ke depan, Blog ini termasuk dalam kategori alternatif karena berusaha menjalani dua sisi, Zona Nyaman dan Zona Tidak Nyaman sekaligus memberikan peluang kepada pembaca tentang bagaimana strategi dan tips untuk membuat zona nyaman sendiri tanpa menggantungkan hidup pada pihak ketiga.

Salam Zona Nyaman Breakout!!!

Comments