KELUAR ZONA NYAMAN : FREELANCE / PART TIMER ONLINE (Bagian I)
Uahhh.. hemm... Whats? Hari ini sudah hari Senin... Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.. kemaren hari minggu seharian jalan-jalan ke Tanah Lot ama Bedugul. rasanya penat juga harus mandi pagi hari di cuaca Tabanan yang dinginnya minta ampun jam segini. Tapi namanya full time worker dan kantor jauh nan ada di Sanur, Denpasar. Maka bergegaslah mandi dan berangkat...
Begitulah kira-kira rutinitas gambaran pegawai 08.00 - 17.00, alias pegawai kantoran setiap hari kerja. rasanya waktu berjalan begitu cepat. Di sepanjang jalan, bergabung dengan para bikers yang juga sibuk mengejar waktu kerja. Pulangnya, bisa sampai malam kalau kerjaan pada numpuk. Hingga suatu hari, ketika browsing di Chrome, muncul logo berikut :
Sebenarnya udah lama juga ingin bergabung jadi freelancer, tapi sekali lagi, bekerja dari 2008 sampai sekarang 2019, 11 tahun ini terlalu masuk dalam Zona Nyaman, jadi urusan keduniawian lainnya semisal inipun tak terasa bertahun-tahun dilewatkan. Hingga suatu hari ada kejadian di Zona Nyaman yang tidak nyaman. Dan kemudian ada kesempatan dan waktu untuk mulai bergabung dalam situs tersebut :
Nah, awalnya sangat pesimistis, profile seperti ini bisa diterima, karena sebagian besar freelancer Indonesia keren-keren profilnya, apalagi kalau lihat yang spesialis design ama pemrograman. Bisa keder sendiri kalau lihat. Hingga suatu saat ada project dari freelancer dan kemudian beranikan apply beserta yang ada tambahan 4,5$ untuk jadi pendaftar terdepan.
Nah, entah angin apa, dapat 1 Client dari spanyol, yang kemudian minta untuk melakukan data feeding dari Shopify, akhirnya bisa ngebantu client tersebut dan walaupun dia sampai sekarang belum memberikan project lanjutan. Tapi disini tersadar, bahwa di luar sana, masih banyak niche atau pasar yang membutuhkan keahlian kita. Apapun itu...
Untuk income, karena masih newbie.. jadinya seperti grafik dibawah ini, jadi walaupun belum bisa tumpuan keluar Zona Nyaman, tapi sementara ini masih lumayan lah menghasilkan :
Comments
Post a Comment